Banyak Pihak Hambat Sertifikasi Guru

Banyak Pihak Hambat Sertifikasi Guru setidaknya itu kabar yang mencengangkan. Ketua Umum PB PGRI Dr Sulistyo MPd menyatakan banyak pihak yang ditengarai menghambat pencairan tunjanganprofesiguru. Ironinya, para guru tersertifikasi menilai, tunjangan profesi saat ini sebagai tunjangan pokok. Hal itu disampaikan anggota DPD Jateng tersebut saat mengisi seminar nasional bertema Meningkatkan Profesionalisme Guru Pascasertifikasi, di pendapa Kabupaten Demak, yang diselenggarakan PGRI Cabang Khusus Kemenag Demak, Sabtu (16/11). Pemateri lainnya, Drs Mahfud NLP MNLP dari Balai Diklat Kemenag dan Ketua PGRI Cabang Khusus Kemenag Demak Drs H Masrohan MPd. Sulistyo merasa prihatin atas berbagai upaya pemangku kepentingan terkait penghambatan pemberian tunjangan profesi guru. ”Sadar atau tidak, sekarang banyak pihak yang tidak suka dengan tunjangan profesi guru. Ketidaksukaan ini karena terlalu banyak uang yang mengalir ke guru,” ujarnya.

 

Banyak Pihak Hambat

Kebijakan yang Kurang Tegas

Banyak Pihak Hambat Sertifikasi Guru
Banyak Pihak Hambat Sertifikasi Guru

Menurutnya, upaya yang terkesan menghambat itu misalnya kebijakan pemerintah yang mengharuskan peserta sertifikasi tidak lulus untuk ikut Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Selanjutnya, mereka yang dinyataakan lulus PLPG minimal mengantongi nilai 70, itu dirasa cukup memberatkan. Sebaliknya, anggota DPR pun mulai mengutak-atik UU tentang Guru dan Dosen. Regulasi tersebut tengah direvisi agar kelak penelitian menjadi parameter penilaian kinerja guru yang ingin mendapatkan kenaikan golongan. Padahal, lanjutnya, penelitian bukanlah tugas seorang guru melainkan tugas dosen. Sebab, kegiatan meneliti menjadi salah satu kewajiban dosen dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi.

 

Mengapa Harus Tersertifikasi ?

Menurutnya, sertifikasi mengatasi peningkatan profesionalitas guru yang dianggap kurang bagus. Namun dia juga mengingatkan untuk tidak bermimpi jika guru sudah tersertifikasi akan terjadi perubahan total.

”Kalau perubahan kinerja memang bisa lebih baik seperti lebih rajin atau bertanggung jawab. Tapi kemampuan mengajar di dalam kelas tidak serta-merta berubah setelah sertifikasi,” impuh sang modifikator itu.

Karena itu, dia berharap agar tidak memaknasi sertifikasi guru sebagai proses yang berlebihan. Sertifikasi hanya pintu awal untuk meningkatkan kualitas guru sesuai dengan harapan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *